Petani Mitra Pasok 2,095 Juta Ton TBS ke PalmCo hingga Juli 2026

PTPN IV PalmCo dalam kegiatan kemitraan petani sawit di kebun rakyat, Sumatera Utara, Juli (31/7/2026).
PUSATKARIER.COM – Petani mitra menjadi bagian penting dalam pasokan bahan baku PTPN IV PalmCo. Hingga Juli 2026, pembelian tandan buah segar (TBS) dari petani mencapai 2,095 juta ton.

Jumlah tersebut merupakan realisasi pembelian TBS petani mitra hingga Juli 2026. Khusus pada Juli, pembelian mencapai 361.494 ton atau naik 40,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan pasokan tersebut berkaitan dengan kebutuhan bahan baku sawit untuk sektor energi. Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menyebut kontribusi kebun rakyat menjadi bagian penting dalam pasokan bahan baku industri PalmCo.

“Petani sawit adalah pilar utama industri ini. Sekitar 30 persen pasokan bahan baku pengolahan industri di PalmCo berasal langsung dari hasil kebun petani rakyat. Karena itu, peningkatan produktivitas kebun rakyat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri sawit sekaligus menjawab kebutuhan energi nasional,” ujar Jatmiko, dikutip dari laman ptpn4.

Selain volume pembelian, kualitas bahan baku dari petani mitra juga tercatat melalui rendemen crude palm oil (CPO) sebesar 18,56 persen hingga Juli 2026. Angka tersebut berasal dari pembelian TBS petani mitra.

Penguatan kemitraan dilakukan melalui sejumlah skema untuk meningkatkan produktivitas dan kelembagaan petani, termasuk pengelolaan kebun bersama atau single management, penyediaan bibit unggul bersertifikat, pembelian hasil panen, serta penguatan koperasi tani.

“Peremajaan harus kita lihat sebagai investasi jangka panjang bagi petani dan industri. Ketika kebun rakyat kembali produktif, petani memperoleh basis usaha yang lebih kuat, sementara perusahaan mendapatkan kepastian pasokan TBS yang lebih berkelanjutan. Inilah yang menjadi bagian penting dari penguatan rantai pasok sawit nasional,” ujar Jatmiko.

Dari sisi ekonomi, pembelian TBS petani mitra hingga Juli 2026 menghasilkan margin kontribusi sebesar Rp125,29 miliar. Realisasi tersebut mencapai 226 persen dari target RKAP 2026 dan naik 216 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pendampingan kemitraan juga mencakup penerapan praktik perkebunan berkelanjutan melalui dukungan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Peremajaan mencakup penggantian tanaman yang sudah tidak produktif.

Penguatan produktivitas petani berkaitan dengan pengembangan program B50. Peningkatan produktivitas kebun rakyat menjadi bagian dari upaya memenuhi tambahan kebutuhan bahan baku sawit untuk sektor energi, dengan tetap menjaga pasokan CPO bagi kebutuhan nasional.

PalmCo juga mengembangkan kemitraan sebagai hubungan usaha jangka panjang dengan petani rakyat. Fokusnya mencakup peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen, akses pasar, kelembagaan petani, serta penerapan praktik perkebunan berkelanjutan.(*)