Bonus Demografi 2030–2045 Dibahas di Yogyakarta, Kualitas Tenaga Kerja Jadi Perhatian

Kemendukbangga menggelar Forum Group Discussion (FGD) tentang bonus demografi di Kelurahan Giwangan, Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).
PUSATKARIER.COM – Pembahasan bonus demografi 2030–2045 menjadi bagian dari kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Kelurahan Giwangan, Yogyakarta, pada 15 September 2026.

Kegiatan tersebut membahas implementasi Kampung Keluarga Berkualitas untuk mendukung bonus demografi melalui skema Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK).

Pembahasan dalam kegiatan ini berfokus pada kesiapan penduduk menghadapi periode bonus demografi, termasuk kualitas tenaga kerja, kesehatan, kompetensi, dan kemampuan beradaptasi.

“Implementasi Pergerakan Kampung Keluarga Berkualitas Dalam Mendukung Bonus Demografi Melalui Skema Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK),” menjadi tema kegiatan yang dikutip dari laman Kemendukbangga.

Bonus demografi 2030–2045 berkaitan dengan periode ketika penduduk usia produktif menjadi bagian penting dalam struktur kependudukan Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, kualitas penduduk menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan yang diselenggarakan di Kelurahan Giwangan, Yogyakarta.

Pembahasan tersebut turut mengaitkan bonus demografi dengan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas penduduk, sehingga usia produktif memiliki kesiapan dalam mendukung pembangunan.

“Tantangan kita adalah bagaimana memastikan penduduk tersebut memiliki kualitas, kesehatan, kompetensi, dan daya adaptasi sehingga benar-benar menjadi kekuatan pembangunan,” ujar Rohina.

Aspek kualitas penduduk yang dibahas mencakup kesehatan, kompetensi, serta kemampuan beradaptasi sebagai bagian dari kesiapan menghadapi kebutuhan pembangunan.

Selain kualitas tenaga kerja, kegiatan tersebut juga menghubungkan peran keluarga dan Kampung Keluarga Berkualitas dengan pembangunan kependudukan.

“Kalau bonus demografi ingin dikapitalisasi menjadi kekuatan ekonomi, investasinya harus dimulai dari manusia dan keluarganya. Kampung Keluarga Berkualitas dapat menjadi ruang untuk mempertemukan data, program, kolaborasi, dan kebutuhan masyarakat dalam satu gerak pembangunan,” ujar Made.

Kampung Keluarga Berkualitas dibahas sebagai ruang untuk mempertemukan data, program, kolaborasi, dan kebutuhan masyarakat dalam pembangunan kependudukan.

Kegiatan di Yogyakarta tersebut membahas keterkaitan pembangunan kependudukan, kualitas penduduk, dan persiapan menghadapi bonus demografi pada periode 2030–2045.(*)