BPOM Luncurkan Empat Aplikasi AI untuk Perkuat Manajemen Talenta dan Pengembangan Karier ASN

Badan Pengawas Obat dan Makanan menyelenggarakan Rakornas SDM sekaligus peluncuran inovasi digital AI di Jakarta, Selasa (18/08/2026).

PUSATKARIER.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan empat aplikasi berbasis kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dalam Rapat Koordinasi Nasional Sumber Daya Manusia (Rakornas SDM) yang berlangsung di Jakarta.

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya transformasi manajemen SDM BPOM. Pemanfaatan AI dipersiapkan untuk mendukung manajemen talenta, pengelolaan kinerja aparatur, pengembangan karier, serta penerapan sistem merit di lingkungan organisasi.

Rakornas SDM BPOM tahun 2026 mengangkat tema yang berfokus pada transformasi pengelolaan sumber daya manusia berbasis AI sebagai salah satu agenda penguatan kapasitas organisasi.

“Transformasi Manajemen SDM Berbasis AI: Membangun SDM Berkelas Menuju Indonesia Emas 2045”, ujar Taruna, dikutip dari laman pom.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh, serta jajaran pimpinan BPOM.

Pada kesempatan yang sama, BPOM juga memperkenalkan empat aplikasi digital berbasis AI yang akan digunakan untuk mendukung berbagai aspek pengelolaan SDM. Aplikasi tersebut meliputi Mentari AI, KIRA AI, SIMAKIN AI, dan KARFIS.

Dalam pemaparannya, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan tantangan yang dihadapi lembaga tersebut di tengah perkembangan teknologi dan semakin luasnya aktivitas pengawasan pada ruang digital.

“Tantangan itu seperti pada tahun lalu, BPOM mengidentifikasi sekitar 1,3 juta tautan daring yang tidak sesuai dengan ketentuan. Kalau kami tidak punya kemampuan daya tangkal, kemampuan siber, tidak punya kemampuan artificial intelligence dan sebagainya, kita tentu akan kalang kabut,” ungkap Taruna.

Selain tantangan pada ruang digital, BPOM juga menghadapi kebutuhan penguatan sumber daya manusia. Saat ini BPOM memiliki sekitar 6.431 pegawai, sedangkan kebutuhan organisasi mencapai sekitar 10.710 pegawai.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Taruna menjelaskan bahwa pemanfaatan AI juga digunakan untuk mendukung penerapan sistem merit dan pengelolaan talenta agar proses manajemen SDM semakin berbasis data.

“Dengan pemanfaatan sistem meritokrasi BPOM yang berbasis sumber daya manusia dengan menggunakan artificial intelligence, artinya objektivitas semakin ditingkatkan,” ujarnya.

Empat aplikasi yang diluncurkan memiliki fungsi berbeda dalam mendukung transformasi pengelolaan SDM, yaitu:

  • Mentari AI untuk mengolah data talenta menjadi wawasan pengembangan SDM.

  • KIRA AI untuk menelusuri regulasi, pedoman, dan kebijakan internal.

  • SIMAKIN AI untuk mendukung pengelolaan kinerja aparatur sipil negara.

  • KARFIS untuk meningkatkan transparansi layanan pengelolaan karier jabatan fungsional.

Rangkaian Rakornas SDM BPOM juga menghadirkan berbagai narasumber dari sektor pemerintah, dunia usaha, dan kalangan praktisi. Pembahasan yang diangkat mencakup transformasi SDM berbasis teknologi, sistem merit, manajemen talenta, kesehatan mental, produktivitas organisasi, serta pemanfaatan AI dalam pengembangan aparatur sipil negara.(*)