Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada pembukaan Pelatihan SMK Go Global 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
PUSATKARIER.COM – Pelatihan SMK Go Global 2026 resmi dibuka sebagai program nasional untuk memperluas akses pelatihan calon Pekerja Migran Indonesia dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan di berbagai daerah di Indonesia.
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan pendidikan vokasi, pelatihan kerja, serta penempatan tenaga kerja Indonesia ke sejumlah negara tujuan penempatan.
Pada pembukaan pelatihan, pemerintah menjelaskan bahwa program ini difokuskan untuk meningkatkan kompetensi lulusan vokasi agar memiliki kesiapan memasuki pasar kerja internasional sesuai kebutuhan sektor industri global.
“Program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan talenta-talenta muda Indonesia agar memiliki kompetensi, keterampilan, dan kesiapan yang dibutuhkan oleh pasar kerja global,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, dikutip dari laman komdigi.
Pelatihan SMK Go Global 2026 ditargetkan menjangkau ratusan ribu peserta dari berbagai provinsi, dengan prioritas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yang memiliki minat bekerja di luar negeri melalui jalur resmi.
Materi pelatihan mencakup peningkatan keterampilan teknis sesuai bidang keahlian, penguatan kemampuan bahasa asing, pemahaman budaya kerja internasional, serta pembekalan mengenai prosedur penempatan Pekerja Migran Indonesia yang aman dan sesuai ketentuan.
Pemerintah juga menjelaskan bahwa pendekatan pelatihan tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan keterampilan sesuai kebutuhan industri, tetapi juga pada kemampuan peserta beradaptasi saat bekerja dan tinggal di negara tujuan.
“Pelatihan tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan peserta untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan di negara tujuan. Karena itu, aspek bahasa, budaya, disiplin kerja, dan pemahaman mengenai hak serta kewajiban pekerja migran juga menjadi bagian penting,” kata Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding.
Pelaksanaan program melibatkan sekolah vokasi, lembaga pelatihan kerja, pemerintah daerah, serta mitra industri yang memiliki hubungan dengan kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara tujuan penempatan Pekerja Migran Indonesia.
Dalam pemaparan mengenai kebutuhan penempatan tenaga kerja luar negeri, Abdul Kadir Karding menyampaikan rincian kontribusi beberapa sektor yang menjadi tujuan utama penempatan tenaga kerja Indonesia saat ini.
“Sektor lain turut berkontribusi, yakni manufaktur sebanyak 6.400 orang ke Korea Selatan, Qatar, dan Taiwan; agrikultur sebanyak 4.300 orang ke Malaysia, Taiwan, dan Jepang; pelatihan bahasa sebanyak 1.700 orang; konstruksi sebanyak 400 orang; sea based sebanyak 220 orang; serta transportasi sebanyak 60 orang,” ujarnya.
Selain pelatihan berbasis sektor, peserta juga memperoleh informasi mengenai mekanisme penempatan resmi, perlindungan ketenagakerjaan, dokumen perjalanan, kontrak kerja, serta layanan pendampingan sebelum keberangkatan ke negara tujuan penempatan.
Program SMK Go Global 2026 menjadi salah satu agenda penguatan pendidikan vokasi nasional yang menghubungkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan dengan kebutuhan pasar kerja internasional melalui jalur pelatihan dan penempatan resmi Pekerja Migran Indonesia.(*)
