Mau Lolos Interview di Perusahaan Sawit PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk? Simak Ini Bocorannya!

Persiapan karier di PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk dimulai dari sini. Temukan satu aspek krusial yang paling menentukan nasib Anda di depan para General Manager perusahaan. (Foto: ig/bspsumut1)

PUSATKARIER.COM – PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (BSP) menerapkan standar seleksi ketat bagi calon karyawan melalui program Management Trainee (MT) yang mengutamakan kualitas kepribadian saat proses wawancara kerja.

Perusahaan perkebunan ini fokus mencari kandidat yang memiliki daya tahan mental kuat guna menghadapi dinamika operasional lapangan yang menantang di sektor hulu maupun hilir industri kelapa sawit.

Adhi Setyono selaku Talent Management Department Head BSP menjelaskan bahwa penguasaan keahlian teknis bukan menjadi satu-satunya parameter kelolosan bagi para pelamar kerja yang mengikuti tahapan seleksi masuk perusahaan.

"Bagi kami, karakter lebih utama. Secara teknis bisa dipelajari, tapi kalau sudah urusan karakter, kami tidak punya cukup waktu untuk mengubahnya di lapangan. Itulah kenapa seleksi kami sangat ketat di awal," ujar Adhi, dikutip dari kanal Hai Sawit TV, Minggu (08/03/2026).

Adhi menambahkan bahwa stabilitas karier pelamar menjadi poin evaluasi krusial bagi manajemen sumber daya manusia dalam menentukan apakah seorang kandidat layak bergabung memperkuat tim internal perusahaan.

"Kami selalu melihat rekam jejak pelamar. Kalau baru 1 atau 2 tahun sudah pindah-pindah, kami akan ragu apakah orang ini punya ketahanan kerja atau tidak. Konsistensi di satu perusahaan sangat kami hargai," paparnya.

Sistem rekrutmen perusahaan ini dirancang untuk menyaring ribuan pendaftar melalui skema Accelerate Leadership Program for High Achiever (ALPHA) yang melibatkan penilaian komprehensif dari tingkat administrasi hingga psikotes.

Berikut adalah beberapa aspek penting yang menjadi fokus penilaian tim seleksi saat menyaring calon karyawan potensial di lingkungan BSP:

  • Stabilitas rekam jejak profesional pada perusahaan sebelumnya.

  • Ketahanan fisik dan mental menghadapi lingkungan kerja alam.

  • Kapasitas kepemimpinan dan kemampuan adaptasi budaya organisasi.

Keterlibatan pimpinan tertinggi pada unit kerja dalam proses wawancara menunjukkan bahwa perusahaan mencari sosok pemimpin masa depan yang mampu menyamai standar kerja para manajer senior saat ini.

"Ada istilah bahwa hanya pendekar yang tahu mana calon pendekar sejati. Itulah mengapa dalam seleksi, kami melibatkan langsung para General Manager (GM) untuk menemukan talenta yang setara dengan mereka," pungkasnya.

Program pengembangan karier ini menyediakan jalur percepatan bagi asisten kebun berkinerja tinggi agar dapat mencapai posisi manajerial tanpa harus melewati jenjang struktural asisten kepala yang kini dihapuskan.

Manajemen memberikan penghargaan berupa bonus kinerja setiap tiga bulan bagi staf yang mencapai target operasional guna menjaga motivasi serta loyalitas karyawan dalam jangka panjang di sektor perkebunan.(*)