Dulu Menimba Ilmu di Pesantren, Kini Jadi Dirjen Pesantren Pertama: Ini Jejak Karier Basnang Said

Kementerian Agama menggelar pelantikan Direktur Jenderal Pesantren di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta, pada Selasa (15/09/2026).

PUSATKARIER.COM – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melantik Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren dan empat pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri baru. Acara pelantikan yang khidmat tersebut digelar di ruang kerja kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta.

Basnang Said resmi mengemban jabatan sebagai pejabat eselon satu baru setelah melewati perjalanan panjang di dunia pendidikan Islam. Pengangkatan tersebut menandai babak baru penataan lembaga keagamaan di tanah air.

Sebelumnya, pejabat tinggi tersebut menyampaikan pandangan mengenai pentingnya momentum pembentukan satuan kerja anyar. Proses pendirian institusi itu melibatkan kajian mendalam bersama para pakar serta akademisi dari berbagai latar belakang.

“Ini adalah sejarah buat Kementerian Agama. Terwujudnya Ditjen Pesantren ini adalah sesuatu yang sudah sekian lama didambakan guna menghadirkan era baru dan iklim yang lebih menyegarkan di lingkungan pesantren,” ujar Nasaruddin, dikutip dari laman Medcom.id.

Latar belakang Basnang lekat dengan tradisi pesantren tradisional di daerah asalnya. Pengalaman hidup di pondok membentuk pemahaman mendalam tentang dinamika kehidupan santri serta kebutuhan nyata lembaga pendidikan Islam.

Sebelum memegang posisi puncaknya, ia mendedikasikan diri melalui berbagai penugasan administratif di instansi pemerintah. Rekam jejak tersebut memperlihatkan kompetensi tinggi dalam mengelola kebijakan publik bidang keagamaan.

Pembentukan struktur baru ini secara resmi memisahkan urusan kepesantrenan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Kebijakan tersebut bertujuan memaksimalkan fokus pelayanan serta optimalisasi program pembinaan santri secara nasional.

Koordinasi lintas sektoral langsung digalakkan guna menyamakan persepsi kerja antar berbagai unit internal. Penyelarasan program menjadi prioritas utama demi mencegah potensi tumpang tindih kewenangan operasional.

Perencanaan anggaran serta perumusan kerangka program kerja menjadi agenda mendesak bagi jajaran kepemimpinan baru tersebut. Evaluasi berkala diterapkan agar seluruh target pencapaian dapat direalisasikan secara tepat waktu.

Komunikasi intensif bersama pimpinan pondok pesantren di berbagai daerah turut dijalin guna menghimpun masukan konstruktif. Dukungan penuh dari ekosistem pendidikan keagamaan memegang peranan vital bagi kelancaran tugas.

Kehadiran lembaga khusus tersebut membawa perubahan signifikan bagi kemajuan institusi pendidikan Islam di tanah air. Publik menantikan realisasi program nyata yang berdaya guna bagi kemaslahatan umat.(*)