Pemerintah Kota Bogor dalam pembukaan Program Padat Karya Kota Bogor 2026 di Lapangan Heulang, Tanah Sareal, Kamis (13/8/2026).
PUSATKARIER.COM – Program padat karya Kota Bogor 2026 melibatkan 1.692 pekerja dan 35 pengawas yang tersebar di enam kecamatan sebagai bagian dari upaya penanganan pengangguran melalui kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan padat karya dibuka secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di Lapangan Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Kamis (13/8/2026), dengan total kuota peserta mencapai 1.727 orang.
Pada pembukaan kegiatan tersebut, Jenal Mutaqin menyampaikan bahwa program padat karya menjadi bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kota Bogor dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor dalam memperluas jangkauan penanganan pengangguran.
“Tentu ini menjadi kolaborasi yang nyata antara Pemkot Bogor dan DPRD. Bahkan kalau tahun depan bisa ditambah, selama anggarannya ada, kita akan lakukan,” ujar Jenal, dikutip dari laman kotabogor.
Program padat karya telah dijalankan Pemerintah Kota Bogor selama beberapa tahun terakhir. Pada 2026, kuota peserta menjadi yang terbesar dibandingkan pelaksanaan sebelumnya untuk memperluas cakupan penerima manfaat di seluruh kecamatan Kota Bogor.
Peserta program berasal dari berbagai unsur masyarakat yang masuk kategori Desil 1. Di antaranya terdapat seniman jalanan dan sopir angkutan kota yang terdampak pengurangan masa usia teknis kendaraan angkutan.
Selain membuka kegiatan, Jenal Mutaqin juga menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kerapian Kota Bogor melalui pelaksanaan program padat karya yang berlangsung di berbagai wilayah kecamatan.
“Mustahil Bogor bisa lebih sejahtera, lebih bersih, lebih rapi, kalau masyarakatnya sendiri tidak cinta terhadap kotanya. Kota yang bersih mencerminkan masyarakatnya. Begitu pula sebaliknya,” kata Jenal.
Pelaksanaan padat karya berlangsung selama 10 hari kerja dan menjadi salah satu bentuk stimulus bagi warga yang belum memperoleh kesempatan bekerja. Program ini juga mendukung upaya menjaga lingkungan kota tetap bersih dan tertata.
Dalam penjelasan mengenai pelaksanaan program, Jenal Mutaqin menyampaikan bahwa peserta padat karya memperoleh perlindungan ketenagakerjaan selama mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bogor tersebut.
“Para peserta juga mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Danubrata, menyampaikan bahwa program padat karya dapat membantu masyarakat yang belum memperoleh kesempatan bekerja sekaligus memperkuat sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Bogor.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor, Shahib Khan, melaporkan bahwa total 1.727 peserta terdiri atas 35 pengawas dan 1.692 pekerja yang tersebar di enam kecamatan se-Kota Bogor dalam pelaksanaan program padat karya 2026.
Data tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan padat karya 2026 melibatkan ribuan warga dari berbagai unsur masyarakat dan menjadi bagian dari program penanganan pengangguran yang dijalankan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor.(*)
