Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Dadaha, Senin (17/8/2026).
PUSATKARIER.COM – Tingkat pengangguran terbuka Kota Tasikmalaya tercatat 6,43 persen pada 2025, sementara pada 2026 pemerintah kota memperkuat program pelatihan keterampilan bagi masyarakat.
Data tersebut disampaikan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Dadaha, Senin (17/8/2026).
Dilansir dari laman tasikmalayakota, tingkat pengangguran terbuka Kota Tasikmalaya turun menjadi 6,43 persen pada 2025, sedangkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,39 persen.
Pada periode yang sama, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Tasikmalaya mencapai Rp31,99 triliun, dengan PDRB per kapita sebesar Rp42,13 juta. Inflasi tercatat 2,67 persen.
Indikator pembangunan manusia juga mengalami peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tasikmalaya mencapai 76,59 poin pada 2025, naik dari 76,03 poin pada tahun sebelumnya.
Rata-rata lama sekolah tercatat 9,64 tahun, sedangkan harapan lama sekolah mencapai 13,51 tahun. Usia harapan hidup berada pada 75,66 tahun, dengan pengeluaran per kapita Rp11,8 juta per tahun.
Pada 2026, penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu bidang program Pemerintah Kota Tasikmalaya. Salah satunya dilakukan melalui pelatihan yang diikuti 200 peserta dari berbagai bidang keterampilan.
Materi pelatihan mencakup makanan olahan, konveksi, bordir, batik, payung geulis, alas kaki hingga pemanfaatan limbah tembakau. Kegiatan tersebut tercatat sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
Selain pelatihan, program Tasik Pelak mendampingi 38 kelompok perikanan, 57 kelompok peternakan, dan 13 kelompok tani. Gerakan Pangan Murah juga telah dilaksanakan sebanyak 30 kali sepanjang 2026.
Penguatan ekonomi turut mencakup kelembagaan koperasi. Badan hukum koperasi telah dibentuk di 69 kelurahan, sementara 64 koperasi telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan dan 12 KDKMP telah terbangun.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Kota Tasikmalaya menjalankan Program Tasik Pintar melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 sejak Agustus 2025. Program tersebut tercatat memiliki 62 siswa.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 60 siswa baru disiapkan melalui program tersebut. Bantuan pendidikan juga diberikan kepada 422 siswa SD, 462 siswa SMP, dan 850 peserta didik TK dari keluarga kurang mampu.
Program penanganan Anak Tidak Sekolah juga mencatat 2.800 anak kembali mengakses pendidikan. Data tersebut menjadi bagian dari program pendidikan yang dijalankan Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Pada sektor ekonomi masyarakat, Gerakan Pangan Murah telah berlangsung 30 kali sepanjang 2026. Pemerintah kota juga menjalankan berbagai program pada bidang kesehatan, pelayanan publik, infrastruktur, dan lingkungan.
Capaian lainnya tercatat pada kemiskinan ekstrem sebesar 0,46 persen dan Indeks Gini 0,355 poin. Berbagai data tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.(*)
