Jawa Timur Catat Penurunan Pengangguran 26 Ribu Orang pada Semester I 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan pemaparan kinerja ekonomi dan ketenagakerjaan di Surabaya, Kamis (6/8/2026).

PUSATKARIER.COM – Jawa Timur mencatat penurunan jumlah pengangguran sekitar 26,73 ribu orang pada Semester I Tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran turun menjadi 866,32 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan pengangguran tersebut terjadi bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,84 persen pada Semester I Tahun 2026. Angka itu melampaui rata-rata nasional sebesar 5,45 persen dan menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.

Capaian ekonomi dan ketenagakerjaan tersebut disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berdasarkan hasil pengolahan data Badan Pusat Statistik Semester I Tahun 2026 yang menunjukkan penurunan pengangguran, penurunan kemiskinan, serta peningkatan jumlah penduduk bekerja.

“Alhamdulillah, di tengah ketidakpastian dan dinamika global, Jawa Timur mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Pulau Jawa dan melampaui capaian nasional. Pada saat yang sama, jumlah penduduk miskin dan pengangguran juga menurun. Ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan kolaborasi seluruh elemen di Jawa Timur,” ujar Khofifah, dikutip dari laman jatimprov.

Badan Pusat Statistik mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur turun menjadi 3,42 persen pada Mei 2026. Sebelumnya, pada Februari 2026, TPT masih berada pada level 3,55 persen.

Angka tersebut berada jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 4,65 persen. Pada periode yang sama, jumlah penduduk bekerja di Jawa Timur meningkat menjadi 24,46 juta orang, menunjukkan bertambahnya penyerapan tenaga kerja.

Peningkatan jumlah penduduk bekerja menjadi salah satu indikator penting dalam perkembangan pasar kerja Jawa Timur selama Semester I Tahun 2026. Data BPS mencatat pertambahan penduduk bekerja lebih besar dibandingkan kenaikan jumlah angkatan kerja.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur konsisten melakukan akselerasi aktivitas ekonomi masyarakat. Fondasi ekonomi kita ditopang oleh sektor-sektor produktif yang kuat, mulai dari industri, perdagangan, hingga pertanian,” kata Khofifah.

Badan Pusat Statistik mencatat pertambahan penduduk bekerja mencapai 205,53 ribu orang. Sementara itu, jumlah angkatan kerja meningkat sekitar 179,21 ribu orang, sehingga penyerapan tenaga kerja bertambah lebih besar dibandingkan pertumbuhan angkatan kerja.

Perkembangan ketenagakerjaan tersebut juga diikuti penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyebut perbaikan itu menjadi salah satu indikator meningkatnya kualitas pembangunan daerah selama Semester I Tahun 2026.

“Capaian ini menunjukkan bahwa berbagai ikhtiar penanggulangan kemiskinan yang dilakukan secara kolaboratif mulai memberikan hasil nyata. Yang terpenting bukan hanya semakin sedikit masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, tetapi kualitas hidup masyarakat miskin juga terus membaik,” ujarnya.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan persentase penduduk miskin Jawa Timur turun menjadi 9,06 persen pada Maret 2026. Jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 92.060 jiwa dibandingkan September 2025, dari 3.804.290 jiwa menjadi 3.712.230 jiwa.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 7,77 juta pekerja atau 31,77 persen dari total penduduk bekerja. Sektor perdagangan menyerap 18,63 persen tenaga kerja, sedangkan industri pengolahan mencapai 14,64 persen.

Selain penyerapan tenaga kerja, kualitas pekerjaan di Jawa Timur juga menunjukkan perbaikan pada Semester I Tahun 2026. Proporsi pekerja formal meningkat menjadi 36,18 persen, sementara tingkat setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.(*)