Ekspor 20 Ton Kecap ke Belanda Buka Peluang UMKM Bekasi Naik Kelas

Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama PT Oishii Food Indonesia saat pelepasan ekspor perdana 20 ton kecap ke Belanda di Desa Karangsatria, Senin (24/8/2026).

PUSATKARIER.COM – Pemerintah Kabupaten Bekasi mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas pasar produk lokal melalui kegiatan ekspor ke pasar internasional.

Dorongan tersebut ditandai dengan pelepasan ekspor perdana 20 ton kecap produksi PT Oishii Food Indonesia ke Belanda pada 24 Agustus 2026.

Ekspor tersebut dilakukan dari Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, sekaligus menjadi catatan masuknya produk UMKM daerah ke pasar Eropa.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus men-support, saling support dan saling membantu untuk membesarkan UMKM-UMKM yang ada di Jawa Barat,” ujar Erwan Setiawan.

Capaian PT Oishii Food Indonesia memperlihatkan adanya peluang bagi produk UMKM Jawa Barat untuk berkembang dan bersaing di pasar global melalui akses ekspor.

Perluasan pasar tersebut juga berkaitan dengan kegiatan promosi melalui pameran, yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dari berbagai negara secara langsung.

Perjalanan PT Oishii Food Indonesia menuju pasar ekspor sebelumnya tercatat melalui keikutsertaan dalam pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) pada 2025.

“Ini sangat cepat sekali. Tahun 2025 mengikuti pameran KKI, sekarang 2026 sudah bisa ekspor ke Belanda. Sebelumnya juga sudah enam kontainer ke Arab Saudi,” kata Erwan.

Selain ekspor ke Belanda, PT Oishii Food Indonesia sebelumnya telah mengirim enam kontainer produk ke Arab Saudi, berdasarkan keterangan Wakil Gubernur Jawa Barat dalam kegiatan tersebut.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyatakan dukungan untuk membantu UMKM memperluas tujuan ekspor ke berbagai wilayah dan benua melalui pengembangan pasar internasional.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bantu untuk mengembangkan ekspor ke belahan dunia lainnya, ke berbagai benua,” ujarnya.

Produk kecap yang dikirim ke Belanda telah memiliki pembeli karena ekspor tersebut dilakukan berdasarkan pesanan dari pasar tujuan, sementara Pemerintah Kabupaten Bekasi membuka fasilitasi pengembangan UMKM lokal.

Ekspor perdana ini menjadi bagian dari upaya memperluas pasar produk UMKM Kabupaten Bekasi, setelah produk lokal tersebut berhasil memperoleh akses ke pasar Eropa melalui pengiriman ke Belanda.(*)