PUSATKARIER.COM – Alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Nusa Tenggara Barat (NTB) disiapkan mengisi kuota kerja industri melalui program SMK Go Global yang menghubungkan pelatihan dengan kebutuhan perusahaan.
Upaya tersebut dibahas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB.
Dalam rapat koordinasi di Kantor Dikpora NTB, Mataram, Jumat (21/8/2026), Kepala Disnakertrans NTB menjelaskan bahwa pelatihan kerja disusun dengan mengacu pada kebutuhan penempatan yang tersedia pada perusahaan mitra.
“Pelatihan ini target utamanya adalah penempatan kerja. Jadi anak-anak yang mendaftar akan mengisi surat pernyataan bersedia mengikuti pelatihan sampai selesai dan bersedia untuk bekerja atau berangkat ke luar negeri, karena seluruh program ini langsung kita matching-kan dengan permintaan industri dan PT KMI yang kuotanya sudah siap,” ujar Aidy Furqan, dikutip dari laman ntbprov.
Peserta pelatihan perlu melengkapi tiga dokumen, yakni surat kesediaan mengikuti pelatihan hingga selesai, surat izin orang tua, serta surat pernyataan bersedia ditempatkan untuk bekerja.
Peluang kerja yang dibahas mencakup sejumlah negara, seperti Bulgaria, Rusia, Turki, Taiwan, Malaysia, hingga Amerika Serikat. Penempatan tersebut berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja yang tersedia.
Untuk mendukung pelatihan, pemerintah daerah memanfaatkan fasilitas sekolah, termasuk Ruang Praktik Siswa (RPS) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK), sebagai pusat pelatihan atau training center.
Sejumlah sekolah di NTB juga disiapkan sebagai mitra penyelenggara pelatihan dan fasilitas asrama, antara lain SMKN 3 Mataram, SMKN 4 Mataram, SMKN 1 Praya, SMKN 1 Tanjung, SMKPP Mataram, SMKN 1 Lembar, SMKN Keruak, serta SMK Alas.
Bidang pelatihan yang disiapkan mencakup hospitality, teknik, perkebunan, hingga akuakultur perikanan. Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan SMK Go Global yang menghubungkan pelatihan dengan kebutuhan perusahaan mitra.
Selain alumni SMK, Disnakertrans NTB dan Dikpora NTB juga mengembangkan program Double Track bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tidak memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Melalui program tersebut, siswa SMA kelas 11 dan 12 memperoleh keterampilan vokasi praktis melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Skill Center. Dikpora NTB juga akan mengoptimalkan Bursa Kerja Khusus (BKK) untuk memetakan minat karier siswa kelas 12.(*)
