Program SMK Go Global Perluas Akses Karier Internasional bagi Lulusan SMK

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menggelar rapat pembahasan Program SMK Go Global di Jakarta, Senin (13/7/2026). (Foto: KP2MI)

PUSATKARIER.COM – Program SMK Go Global mulai memasuki tahap implementasi setelah Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memaparkan perkembangan dan kesiapan pelaksanaannya dalam rapat bersama Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) di Jakarta. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar siap bersaing di pasar kerja internasional.

Sebagai dasar pelaksanaan program, Kementerian P2MI telah menyiapkan sejumlah regulasi. Aturan tersebut mencakup pemetaan pasar kerja luar negeri, peningkatan kapasitas calon pekerja migran Indonesia, penyusunan petunjuk teknis Program SMK Go Global, hingga rancangan regulasi mengenai penyelenggara vokasi pekerja migran Indonesia.

Dalam rapat tersebut, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menjelaskan Program SMK Go Global disiapkan melalui dukungan regulasi, sistem digital, penguatan pendidikan vokasi, serta kolaborasi lintas kementerian dan lembaga yang telah dipersiapkan.

“Program SMK Go Global merupakan langkah strategis pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja global. Dengan dukungan regulasi, sistem digital, penguatan vokasi, serta kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, kami optimistis program ini dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mukhtarudin, dikutip dari laman KP2MI.

Selain menyiapkan regulasi, Kementerian P2MI juga melakukan sejumlah persiapan lain. Di antaranya promosi melalui Trade Expo Indonesia 2026, pengembangan modul promosi pada Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), serta perluasan kerja sama dengan delapan negara mitra utama dan penjajakan kerja sama dengan sejumlah negara serta organisasi internasional.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyampaikan pentingnya percepatan implementasi Program SMK Go Global dengan tata kelola yang akuntabel, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Kualitas SDM penting, agar kita mampu mengisi peluang kerja di berbagai negara secara aman, dan profesional,” kata Muhaimin Iskandar.

Di sektor pendidikan vokasi, Kementerian P2MI telah memetakan sekitar 37.535 lembaga vokasi potensial di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.000 hingga 2.000 lembaga ditargetkan bergabung dalam platform e-Vokasi sebagai mitra penyelenggara Program SMK Go Global.

Pelaksanaan program juga didukung pengembangan tiga sistem informasi yang telah terintegrasi dengan SISKOP2MI, yaitu:

  • Migran Akses untuk pemadanan kebutuhan tenaga kerja.
  • SMART Pekerja Migran untuk proses pendaftaran hingga evaluasi peningkatan kapasitas.
  • e-Vokasi untuk pendataan lembaga vokasi.

Selain pengembangan sistem digital, Kementerian P2MI masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kesiapan perangkat dan jaringan di berbagai daerah, kebutuhan penguatan infrastruktur digital, serta pelaksanaan Vulnerability Assessment and Penetration Testing (VAPT) oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang dijadwalkan pada akhir Juli 2026.

Pelaksanaan Program SMK Go Global juga disertai usulan penetapan 26 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yang terdiri atas 23 PPK di daerah dan tiga PPK di tingkat pusat. Penugasan tersebut ditujukan untuk mendukung pengadaan, edukasi pelindungan, penyelenggaraan dukungan manajemen, serta pelaksanaan program pada 23 wilayah kerja Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).(*)