Pertemuan APEC FTMM 2026 Bahas Peluang Kolaborasi Kehutanan Indonesia–Jepang

Kementerian Kehutanan menggelar pertemuan bilateral Indonesia–Jepang pada the 2026 APEC Ministerial Meeting on Forestry di Shenzhen, Tiongkok, Senin (27/7/2026).

PUSATKARIER.COM – Pertemuan the 2026 APEC Ministerial Meeting on Forestry (FTMM) di Shenzhen, Tiongkok, menjadi ajang pembahasan peluang kolaborasi kehutanan antara Indonesia dan Jepang pada Senin, 27 Juli 2026.

Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan, Laksmi Wijayanti. Adapun delegasi Jepang dipimpin Deputy Director-General of the Forestry Agency of Japan, Eiji Tanimura.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Indonesia menyampaikan sejumlah agenda prioritas kerja sama kehutanan, termasuk pengembangan World Mangrove Center (WMC), dukungan teknis karbon hutan, dan pengembangan konsep Sister Park.

"Indonesia memandang penting agar kerja sama kedua negara difokuskan pada sejumlah hasil nyata, yaitu implementasi efektif dua proyek JICA, pengembangan kolaborasi World Mangrove Center, dukungan teknis untuk karbon hutan, pengembangan konsep Sister Park, serta implementasi kerja sama konservasi satwa liar yang berjalan dengan baik. Kami berharap koordinasi antara para pejabat dan instansi pelaksana kedua negara terus berlanjut sehingga berbagai inisiatif tersebut dapat diwujudkan menjadi kegiatan yang konkret dan saling menguntungkan." ujar Laksmi, dikutip dari laman kehutanan.

Selain pengembangan WMC, Indonesia juga menyampaikan agenda prioritas lain, seperti pengelolaan taman nasional melalui inisiatif Sister Park, penyelenggaraan Joint National Park Workshop, penguatan konservasi keanekaragaman hayati, dan perkembangan persiapan kerja sama konservasi satwa.

Pihak Jepang menanggapi berbagai usulan yang disampaikan Indonesia dan menyampaikan pandangan mengenai peluang penguatan kerja sama kehutanan kedua negara pada masa mendatang melalui berbagai bidang kolaborasi.

"Kami berharap Indonesia dan Jepang dapat terus memperluas kerja sama di berbagai bidang kehutanan serta menjadikannya sebagai bagian yang semakin penting dalam kebijakan kedua negara. Tidak hanya melanjutkan kerja sama yang telah berjalan, kami juga berharap kolaborasi ini dapat berkembang ke lingkup yang lebih luas dan semakin mempererat hubungan antara Indonesia dan Jepang di masa depan." kata Eiji Tanimura saat menanggapi usulan kerja sama yang disampaikan Indonesia.

Selain agenda konservasi dan mangrove, pertemuan bilateral tersebut juga membahas penguatan kerja sama pemberantasan pembalakan liar serta peningkatan perdagangan produk hasil hutan yang legal dan berkelanjutan antara kedua negara.

Salah satu pembahasan penting mencakup peningkatan dialog mengenai interoperabilitas Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) Indonesia dengan ketentuan legalitas kayu Jepang melalui Clean Wood Act yang berlaku di negara tersebut.

Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam program pengelolaan hutan berkelanjutan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan berbasis masyarakat, serta pengelolaan mangrove untuk mendukung adaptasi perubahan iklim.

Rangkaian pembahasan pada forum FTMM 2026 menunjukkan fokus kedua negara pada pengelolaan hutan lestari, konservasi keanekaragaman hayati, pengembangan WMC, penguatan perdagangan produk hasil hutan legal dan berkelanjutan, serta berbagai inisiatif yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim global.(*)