![]() |
| Kementerian Ketenagakerjaan melaksanakan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang, Selasa (8/7/2026). (Foto: Kemnaker) |
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyampaikan hasil pemetaan menunjukkan Jepang masih membuka peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia pada sejumlah sektor yang membutuhkan kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Peluang kerja di Jepang harus kita siapkan dengan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Penyiapan SDM tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa, pemahaman budaya kerja, dan kesiapan beradaptasi,” ujar Afriansyah Noor, dikutip dari laman Kemnaker.
Berdasarkan hasil pemetaan, sektor yang masih membuka kebutuhan tenaga kerja meliputi otomotif, transportasi, konstruksi, pertanian, caregiving, serta sektor lain yang membutuhkan tenaga kerja terampil dengan kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan di Jepang.
Selain mengidentifikasi kebutuhan sektor industri, Kemnaker juga memperoleh masukan mengenai peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan keterampilan praktik, kemampuan berbahasa Jepang, penguasaan istilah teknis, keselamatan kerja, disiplin, serta pemahaman budaya kerja di lingkungan perusahaan.
Masukan yang diperoleh dari perusahaan di Jepang menjadi bahan penyempurnaan penyelenggaraan pelatihan vokasi agar materi pembelajaran semakin mendekati kondisi kerja nyata yang akan dihadapi calon tenaga kerja Indonesia.
“Kita ingin memastikan pelatihan vokasi benar-benar menjawab kebutuhan industri. Masukan langsung dari perusahaan di Jepang menjadi penting untuk memperbaiki kurikulum, meningkatkan kualitas instruktur, dan memperkuat pembelajaran berbasis praktik,” katanya.
Selain peningkatan kompetensi teknis, hasil kunjungan juga menunjukkan penguasaan bahasa Jepang menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesiapan tenaga kerja Indonesia. Pembekalan mencakup kemampuan berbahasa sehari-hari, bahasa teknis di lingkungan kerja, termasuk istilah keselamatan dan komunikasi operasional.
Sejalan dengan hasil pemetaan tersebut, Wamenaker menyampaikan bahwa seluruh masukan yang diperoleh selama kunjungan menjadi bekal bagi Kemnaker dalam memperkuat penyiapan tenaga kerja Indonesia di berbagai tahapan.
“Hasil kunjungan ini menjadi masukan penting bagi Kemnaker untuk memperkuat penyiapan tenaga kerja Indonesia, mulai dari pelatihan, sertifikasi, penempatan, hingga perlindungan. Harapannya, tenaga kerja Indonesia semakin siap bersaing dan memperoleh peluang kerja yang berkualitas,” ujarnya.
Selain bertemu perusahaan dan lembaga pelatihan, delegasi Kemnaker juga berdiskusi dengan Sekretariat APO mengenai peluang penguatan kerja sama di bidang produktivitas. Pembahasan mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sertifikasi produktivitas, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi.
Seluruh hasil pemetaan kebutuhan industri Jepang tersebut menjadi masukan bagi Kemnaker dalam menyelaraskan program pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan penyiapan tenaga kerja Indonesia agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia usaha serta perkembangan pasar kerja global.(*)
