Belajar di SMK Jadi Modal Alumni Mengembangkan Bisnis hingga Tembus Pasar Global

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan gelar wicara Sapa Murid SMK 2026 di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Senin (13/7/2026).(Foto: Ilustrasi pusatkarier.com)

PUSATKARIER.COM–Kegiatan Sapa Murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2026 menghadirkan kisah para alumni yang berhasil membangun usaha setelah menempuh pendidikan vokasi. Pengalaman tersebut dibagikan kepada murid baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah.

Kegiatan yang digelar pada Senin, 13 Juli 2026, itu menghadirkan alumni dari berbagai konsentrasi keahlian. Melalui sesi gelar wicara, para alumni berbagi perjalanan membangun karier dan merintis usaha sejak masih duduk di bangku SMK.

Salah satu alumni yang tampil dalam kegiatan tersebut adalah Nai'in, lulusan SMKN 4 Banjarmasin dari Konsentrasi Keahlian Tata Boga. Ia membagikan pengalaman bagaimana Praktik Kerja Lapangan (PKL) memberikan banyak pembelajaran yang membantu perkembangan usaha yang telah dirintis sejak masih bersekolah.

“PKL adalah momen di mana saya banyak menyerap pengetahuan yang membantu saya dalam mengembangkan bisnis. Untuk berada di titik ini sangat tidak mudah. Kuncinya sejak SMK kita harus belajar dan tunjukkan kemampuan terbaik. Sekolah bukan sekadar sekolah tapi cari kegiatan yang bisa mengasah kemampuan, baik hard skills maupun soft skills. Masa sekolah adalah waktu kita untuk eksplor diri,” ujar Nai'in, dikutip dari laman Kemendikdasmen.

Minat Nai'in pada bidang kuliner telah tumbuh sejak kecil karena keluarganya memiliki usaha di bidang tersebut. Saat bersekolah di SMK, ia mulai merintis usaha pastry dengan sistem *pre-order* yang melayani pelanggan setiap akhir pekan.

Ilmu yang diperoleh selama belajar di SMK kemudian diperkaya melalui PKL. Berbekal pengalaman tersebut, usaha yang dirintis Nai'in berkembang hingga kini memiliki dua cabang toko pastry dan bakery serta tiga cabang kedai kopi bernama Ayong Cafe.

Selain Nai'in, gelar wicara juga menghadirkan Ghea Safferina, alumnus SMK Telkom Malang, Jawa Timur, dari Konsentrasi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak. Ia berbagi pengalaman mengenai pilihannya menempuh pendidikan di SMK.

“Memilih SMK adalah keputusan yang sangat tepat dan tidak pernah saya sesali. Saya bisa menjangkau sesuatu yang luas dari proses belajar saya di SMK. Buat saya, SMK seperti tempat yang memberikan banyak pengalaman terutama penyiapan kompetensi dan ini sangat membantu dalam perkembangan karier saya,” kata Ghea, dikutip dari laman Kemendikdasmen.

Selama menempuh pendidikan di SMK, Ghea aktif mengikuti berbagai kompetisi. Pengalaman tersebut membantu meningkatkan kemampuan teknis sekaligus melatih komunikasi, rasa percaya diri, serta kemampuan menyampaikan ide kepada orang lain.

Setelah lulus, Ghea melanjutkan pendidikan sambil bekerja dan mengembangkan usaha. Bekal ilmu yang diperoleh di SMK, termasuk pengalaman PKL, menjadi bagian dari perjalanan yang ia jalani dalam mengembangkan bisnis.

“Kalau berani mencoba risikonya adalah gagal, tetapi dengan gagal kita bisa belajar. Mumpung masih di SMK, temukan apa yang benar-benar kalian sukai. Ilmu programmer yang saya dapat dari SMK membantu dalam mengembangkan bisnis saya. Selain itu, pengalaman dari PKL juga membentuk sikap profesionalitas saya. Bagaimana saya harus menjadi pemimpin dan rekan yang baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa lulusan SMK memiliki peluang berkarier di berbagai bidang keahlian. Setelah lulus, pilihannya tidak hanya bekerja, tetapi juga melanjutkan pendidikan atau membangun usaha.

Kisah yang dibagikan para alumni pada Sapa Murid SMK 2026 memberikan gambaran mengenai pengalaman belajar, praktik kerja, hingga perjalanan membangun usaha sejak masih menjadi peserta didik. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rangkaian MPLS Ramah yang diselenggarakan bagi murid baru SMK.(*)