![]() |
| Kementerian Ketenagakerjaan membuka pendaftaran pelatihan vokasi gratis 2026 bagi 70.000 peserta untuk meningkatkan keahlian kerja nasional. (Foto: Ilustrasi pusatkarier.com) |
PUSATKARIER.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 bagi 70.000 peserta untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja di seluruh wilayah Indonesia melalui skema pelatihan gratis.
Pemerintah membagi kuota besar tersebut ke dalam tiga gelombang atau batch sepanjang tahun. Setiap tahap pendaftaran menyediakan kapasitas bagi 20.000 hingga 25.000 orang yang ingin mengasah keterampilan teknis sesuai kebutuhan pasar.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa skema pendanaan program sepenuhnya ditanggung negara. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mengakses pengembangan keahlian tanpa terkendala biaya pendidikan yang mahal.
“Seluruh rangkaian pelatihannya disediakan secara gratis oleh pemerintah," ujar Airlangga, dikutip dari laman Setneg, Kamis (05/03/2026).
Airlangga menjelaskan bahwa kurikulum yang disusun telah melalui sinkronisasi dengan standar industri global. Langkah tersebut diambil guna memastikan setiap lulusan memiliki daya saing tinggi dan etos kerja profesional saat memasuki lapangan pekerjaan.
“Program ini mengedepankan konsep link and match, sehingga pelatihan yang diselenggarakan memiliki keterkaitan erat dengan dunia usaha dan industri. Dengan demikian, lulusannya dapat langsung memenuhi tuntutan dan kebutuhan pasar kerja,” ungkapnya.
Pelaksanaan kegiatan tersebar di 21 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (UPT BPVP). Selain itu, terdapat 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker yang siap melayani peserta di berbagai daerah.
Peserta akan mendapatkan beragam fasilitas penunjang selama masa pendidikan berlangsung secara intensif. Berikut adalah rincian fasilitas yang disediakan oleh pemerintah bagi seluruh peserta yang lolos seleksi:
Makan siang dan bantuan uang transportasi.
Perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).
Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan.
Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menyebutkan program ini merupakan solusi nyata bagi lulusan sekolah menengah. Pemerintah ingin memastikan distribusi kesempatan kerja merata bagi seluruh jenjang pendidikan formal melalui jalur pelatihan vokasi ini.
“Harapan kami, program ini dapat dioptimalkan. Jadi, selain ada Program Pemagangan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi, kami juga menyediakan alternatif program bagi lulusan SMA/SMK,” sebut Yassierli menjelaskan kebijakan kementeriannya.
Pendaftaran Batch 1 dibuka sejak 23 Februari hingga 6 Maret 2026 melalui laman resmi skillhub.kemnaker.go.id. Calon peserta wajib memiliki akun aktif pada platform SIAPkerja dan memenuhi syarat usia minimal 17 tahun.
Seleksi peserta dijadwalkan berlangsung pada 9-15 Maret, kemudian pengumuman hasil dilakukan tanggal 16 Maret 2026. Program kerja ini memulai pelaksanaan perdana atau kick off pada 1 April 2026 di seluruh Indonesia.(*)
