SMK Go Global Jabar Latih Calon Pekerja Migran, 212 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri Tersedia

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian P2MI meninjau program SMK Go Global di UKRI Bandung, Jumat (9/10/2026).

PUSATKARIER.COM – Program SMK Go Global di Jawa Barat menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan tenaga kerja terampil dan berdaya saing global. Hingga 4 Oktober 2026, tercatat 212.182 peluang kerja luar negeri masih terbuka.

Program tersebut ditinjau Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Kota Bandung, Jumat (9/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Erwan menyampaikan pentingnya membekali calon pekerja migran asal Jawa Barat dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan kerja. Persiapan ini mencakup keterampilan untuk bekerja di luar negeri sekaligus mendukung kesejahteraan pekerja migran.

"Jawa Barat siap mencetak SDM berkelas global. Dan Jawa Barat ingin setiap pekerja migrannya berangkat dengan kompetensi, bekerja dengan martabat, serta pulang membawa kesejahteraan," ujar Erwan, dikutip dari laman Jabarprov.

Pembekalan dalam program SMK Go Global tidak hanya mencakup keterampilan teknis. Calon pekerja migran juga perlu mempelajari bahasa asing, literasi digital, dan budaya kerja negara tujuan sebagai bagian dari persiapan menghadapi lingkungan kerja internasional.

Erwan menjelaskan, kemampuan tersebut perlu melengkapi keterampilan teknis yang dimiliki calon pekerja migran. Aspek lain yang turut dibutuhkan meliputi kemampuan berkomunikasi, etika kerja, serta pemahaman mengenai hak dan kewajiban selama bekerja di luar negeri.

Pentingnya keterampilan pendukung itu berkaitan dengan perubahan kebutuhan pasar kerja internasional. Karena itu, pembekalan calon pekerja migran mencakup kemampuan berbahasa, komunikasi, literasi digital, dan pemahaman budaya negara tujuan, selain keterampilan sesuai bidang pekerjaan.

"Karena pasar kerja internasional berubah sangat cepat, kompetensi teknis saja tidak cukup. Calon pekerja migran juga membutuhkan bahasa asli, literasi digital, kemampuan berkomunikasi, pemahaman budaya negara tujuan, etika kerja, serta pengetahuan mengenai hak dan kewajibannya," ujar Erwan.

Sementara itu, Mukhtarudin menjelaskan bahwa SMK Go Global merupakan program pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang terampil, profesional, dan berdaya saing global. Program ini juga memperkuat pelindungan pekerja migran sejak sebelum keberangkatan.

Dalam kesempatan yang sama, Erwan menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas pekerja migran melalui pelatihan yang mencakup keterampilan teknis dan kemampuan pendukung. Program SMK Go Global menjadi salah satu wadah untuk mengasah keterampilan tersebut.

"Kita tidak ingin mencetak pekerja migran yang hanya sekadar siap berangkat kerja. Kita ingin mencetak pekerja migran yang siap bersaing dan terlindungi. Hadirin yang saya hormati, saya juga mengapresiasi pembuatan kapasitas dan perlindungan pekerja migran Indonesia di Jawa Barat," ujarnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pasar Kerja Luar Negeri (SIP2MI) hingga 4 Oktober 2026, terdapat 287.291 posisi kerja luar negeri. Sebanyak 75.109 posisi atau 26,14 persen telah terisi, sedangkan 212.182 posisi atau 73,86 persen masih terbuka.

Adapun jumlah peserta pelatihan SMK Go Global di wilayah kerja Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat mencapai 1.319 orang per 8 Oktober 2026. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sementara dibandingkan wilayah kerja BP3MI lainnya.

Khusus di UKRI, pelatihan diikuti 175 peserta yang terbagi dalam sembilan kelas. Program ini mencakup operation production dan bahasa Inggris untuk 57 peserta, welder dan bahasa Inggris untuk 20 peserta, serta barista dan bahasa Inggris untuk 98 peserta.(*)