PUSATKARIER.COM – Magelang, KP2MI (14/9) – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah memperkuat edukasi masyarakat mengenai pentingnya bekerja ke luar negeri melalui prosedur resmi dan aman.
Kegiatan tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Migran Aman yang mendukung Program SMK Go Global pada Sabtu, 12 September 2026. Acara ini diikuti sekitar 200 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan masyarakat umum.
Melalui sosialisasi tersebut, peserta memperoleh informasi mengenai peluang kerja di luar negeri, prosedur penempatan yang benar, risiko bekerja secara unprosedural, serta program pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesiapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI).
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar dan tidak hanya mengandalkan informasi dari orang lain. Kami berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Kepala Desa Rambeanak Maftufudin, dikutip dari laman Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Materi lain dalam kegiatan tersebut membahas kewaspadaan terhadap modus penipuan dan tawaran pekerjaan ke luar negeri yang tidak sesuai ketentuan. Calon pekerja diminta memastikan informasi perusahaan, jenis pekerjaan, negara tujuan, serta prosedur penempatannya.
Sebelum mengambil keputusan, calon pekerja migran juga dapat melakukan pengecekan terhadap informasi lowongan melalui kanal resmi pemerintah, termasuk Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI).
“Jangan hanya melihat besarnya gaji atau iming-iming keberangkatan yang cepat. Yang paling penting adalah memastikan pekerjaan tersebut benar, perusahaan penempatannya jelas, dokumennya sesuai, dan seluruh proses dilakukan melalui prosedur resmi. Masyarakat harus berani melakukan verifikasi sebelum menyerahkan dokumen maupun mengeluarkan biaya,” jelas Ketua Tim Pelindungan BP3MI Jawa Tengah Danang Adil Luhur, S.H., M.H.
Bekerja ke luar negeri secara unprosedural dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari eksploitasi, masalah dokumen perjalanan, pekerjaan yang tidak sesuai perjanjian, hingga risiko gaji tidak dibayarkan.
BP3MI Jawa Tengah juga memperkenalkan Program SMK Go Global yang diselenggarakan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Program tersebut memberikan kesempatan pelatihan peningkatan kapasitas secara gratis bagi masyarakat.
Persiapan kerja di luar negeri tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis. Kemampuan bahasa, pengetahuan mengenai budaya dan lingkungan kerja, serta pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai pekerja migran juga menjadi bagian yang perlu dipersiapkan.
Selain program pelatihan, Pemerintah Kabupaten Magelang menyediakan akses informasi ketenagakerjaan melalui aplikasi Siap Kerja. Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di Kabupaten Magelang juga dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi dan pelayanan terkait proses bekerja ke luar negeri.(*)