![]() |
Dinas Ketenagakerjaan Pangkalpinang menyelenggarakan Job Fair 2026 di Kota Pangkalpinang, Rabu (14/10/2026). |
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Institut Sains dan Bisnis (ISB) Atma Luhur pada Rabu (14/10/2026) ini diikuti belasan perusahaan dari berbagai sektor usaha dengan kebutuhan tenaga kerja yang beragam.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menjelaskan bahwa bursa kerja ini memberi kesempatan kepada pencari kerja untuk berinteraksi langsung dengan perusahaan, mulai dari lulusan sekolah menengah hingga perguruan tinggi.
“Job Fair 2026 ini memberikan kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi, SMK atau SMA, khususnya para pencari kerja secara umum dapat langsung berinteraksi dengan perusahaan,” ujar Saparudin, dikutip dari laman pangkalpinangkota.
Pangkalpinang Job Fair 2026 diikuti 18 perusahaan yang membuka 261 peluang kerja untuk 46 jabatan. Perusahaan peserta berasal dari berbagai sektor, mulai dari perhotelan, pendidikan, perdagangan, jasa, ritel, hingga industri.
Selain menyediakan lowongan bagi pencari kerja secara umum, kegiatan ini juga membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Tersedia pula program rekrutmen tenaga kerja ke Jepang bagi peserta yang memenuhi persyaratan.
Kebutuhan tenaga kerja dalam kegiatan ini disesuaikan dengan bidang usaha masing-masing perusahaan. Salah satunya perusahaan pelayaran yang mencari operator alat berat atau crane, jabatan yang dibutuhkan di sektor industri.
“Melalui Job Fair 2026 ini perusahaan juga melakukan pemetaan langsung mengenai kebutuhan spesifik perusahaannya. Seperti operator crane yang sangat dibutuhkan perusahaan sektor industri,” kata Saparudin.
Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Pemerintah Kota Pangkalpinang berkoordinasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menyediakan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja saat ini.
Pada 2026, terdapat 11 paket pelatihan yang disiapkan bagi pencari kerja. Program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan agar materi pelatihan sejalan dengan keterampilan yang diperlukan di dunia kerja.
“Kita juga berkoordinasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menyediakan pelatihan yang sesuai kebutuhan saat ini. Dan tahun ini ada 11 paket pelatihan untuk para pencari kerja yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Pangkalpinang, Amrah Sakti, menyampaikan bahwa 18 perusahaan yang mengikuti bursa kerja tersebut dipilih dari lebih dari 20 perusahaan yang sebelumnya mendaftar. Perusahaan peserta menyediakan 261 peluang kerja untuk 46 jabatan.
Disnaker Pangkalpinang juga berupaya membuka kesempatan kerja di luar daerah melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Dengan bekal tersebut, pencari kerja dapat memiliki sertifikat kompetensi sebagai modal untuk memperoleh pekerjaan di wilayah lain.
Berdasarkan data Disnaker Pangkalpinang, terdapat lebih dari 900 perusahaan di kota tersebut yang tercatat wajib lapor. Sektor perdagangan, jasa, dan industri pengolahan, termasuk pengolahan timah, menjadi bidang usaha yang paling banyak mendominasi data tersebut.(*)
