Kemenko PMK Dorong Pendekatan Co-Creation untuk Kurangi Pengangguran Terdidik

Kemenko PMK menggelar Focus Group Discussion di Aula Heritage Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

PUSATKARIER.COM – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) membahas kesenjangan kompetensi antara lulusan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja di Jakarta.

Pembahasan tersebut berlangsung melalui Focus Group Discussion (FGD) di Aula Heritage Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (9/9/2026), dengan tema peningkatan serapan lulusan dan pengurangan pengangguran terdidik.

FGD tersebut mengangkat tema “Mempertemukan Supply dan Demand Kompetensi untuk Meningkatkan Serapan Lulusan dan Mengurangi Pengangguran Terdidik” sebagai pembahasan mengenai titik temu antara lulusan pendidikan dan kebutuhan industri.

“Mempertemukan Supply dan Demand Kompetensi untuk Meningkatkan Serapan Lulusan dan Mengurangi Pengangguran Terdidik” ujar Imam Machdi, dikutip dari laman Kemenko PMK.

Dalam pembahasan itu, Kemenko PMK mencatat belum optimalnya titik temu antara pasokan tenaga kerja terdidik dari lembaga pendidikan dan kebutuhan nyata industri.

Kondisi tersebut berkaitan dengan dua sisi. Lembaga pendidikan perlu memperbarui kurikulum, fasilitas praktik, dan layanan karier, sementara industri perlu mengartikulasikan profil kompetensi serta jalur rekrutmen.

Imam Machdi kemudian menyampaikan perlunya perubahan pendekatan dari pola link and match menuju co-creation, dengan melibatkan industri dalam perancangan kompetensi, kurikulum, dan pengalaman kerja.

“Oleh karena itu, kita perlu menggeser pendekatan dari sekadar link and match menjadi co-creation. Industri tidak boleh hanya ditempatkan sebagai penerima atau pengguna lulusan. Industri harus duduk bersama sebagai co-designer dan co-producer dalam merancang kompetensi, kurikulum, serta pengalaman kerja,” tegas Imam.

Pembahasan FGD juga mencakup dinamika pasar kerja akibat perubahan teknologi yang membutuhkan penyelarasan lebih terstruktur antara dunia pendidikan, pelatihan, dan industri.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Katiman, menjelaskan bahwa FGD tersebut menjadi forum untuk mempertemukan berbagai pihak secara langsung guna memetakan hambatan yang ada.

“FGD ini diharapkan tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan. Diskusi perlu menghasilkan kesamaan pemahaman dan rekomendasi konkret sebagai dasar penyusunan agenda aksi bersama,” ujar Katiman.

Para peserta dari berbagai lintas sektor kemudian dibagi dalam tiga kelompok diskusi, yakni klaster Supply, Demand, dan Governance (Tata Kelola), yang membahas masalah, kesenjangan, dan alternatif solusi.

FGD tersebut dihadiri unsur perguruan tinggi, dunia industri, kementerian dan lembaga pemerintah, organisasi kepemudaan, lembaga donor, serta media untuk mempertemukan kebutuhan kompetensi dunia kerja dengan lulusan pendidikan.

Melalui sinergi dan penataan tata kelola, hasil diskusi tersebut ditargetkan menjadi acuan bersama untuk meningkatkan serapan lulusan serta menekan angka pengangguran terdidik secara berkelanjutan.(*)