![]() |
| Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membuka rekrutmen tenaga kerja bagi pelamar dari luar daerah di Bojonegoro, Senin (19/10/2026). |
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.000 tenaga kerja berasal dari kerja sama dengan PT Shou Fong Lastindo. Sementara itu, 1.000 tenaga kerja lainnya berasal dari pengembangan pabrik di Babat dan rekrutmen melalui pabrik rokok di Kabupaten Bojonegoro.
Dalam rekrutmen pabrik sepatu, Pemkab Bojonegoro memprioritaskan warga lokal serta menyediakan kuota khusus bagi penyandang disabilitas. Proses penerimaan tenaga kerja ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses kerja bagi masyarakat.
“Dari kuota 3.000 yang dibutuhkan, diharapkan penyerapan tenaga kerja dapat berjalan seimbang serta sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan. Kami juga mengapresiasi pelibatan tenaga kerja disabilitas sebagai wujud harmonisasi dan kesetaraan dalam dunia kerja sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, dikutip dari laman bojonegorokab.
Tingginya minat pencari kerja terlihat dari jumlah pendaftar rekrutmen pabrik sepatu yang mencapai 14.250 orang. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dinperinaker) Kabupaten Bojonegoro, sebanyak 10.333 pelamar dinyatakan memenuhi persyaratan setelah melalui verifikasi data.
Dari jumlah pelamar yang memenuhi persyaratan tersebut, sebanyak 5.910 orang merupakan laki-laki dan 4.423 orang perempuan. Di antara para pelamar, terdapat 151 penyandang disabilitas. Wawancara bagi pelamar dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Bojonegoro berlangsung pada 12–17 Oktober 2026, sedangkan pelamar dari luar daerah dijadwalkan mengikuti wawancara pada 19 Oktober.
Selain bekerja sama dengan industri sepatu, Pemkab Bojonegoro juga menjalin kerja sama dengan Pabrik Rokok MPS Dander pada 2025. Kolaborasi tersebut menghasilkan penyerapan 3.200 tenaga kerja.
Untuk memperluas kesempatan kerja, Pemkab Bojonegoro juga membuka peluang investasi asing yang memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Pengembangan kawasan industri direncanakan di Kecamatan Temayang, Sugihwaras, dan Kedungadem melalui kerja sama dengan Perhutani.
Rencana pengembangan kawasan industri tersebut telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dengan penetapan kawasan melalui peraturan daerah. Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 4,63 persen pada 2023 menjadi 4,42 persen pada 2024, lalu 3,90 persen pada Agustus 2025. Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 78,61 persen pada 2025.
Upaya memperluas kesempatan kerja juga dilakukan melalui Bursa Kerja PEKAN BEJO (Bojonegoro Enggal Kerjo) serta program pelatihan kompetensi dan bahasa. Pelatihan tersebut mencakup bahasa Jepang dan sembilan bidang kejuruan, antara lain petugas kebersihan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), keamanan, operator forklift, excavator, crane, rigger, pengelasan 3G, serta barista.
Berdasarkan rekapitulasi Triwulan I 2026 yang tercatat per Mei 2026, sebanyak 239 dari 420 peserta pelatihan telah terserap ke dunia kerja atau mencapai 56,90 persen. Selain pelatihan, Pemkab Bojonegoro memfasilitasi pendaftaran merek usaha secara gratis, membina wirausaha muda, serta memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.(*)
