BP3MI Jawa Tengah dalam kegiatan Program Peningkatan CPMI SMK Go Global di Semarang, Selasa (12/8/2026).
PUSATKARIER.COM – Program Peningkatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melalui SMK Go Global 2026 dibuka untuk memperluas akses kerja internasional bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mahasiswa, serta lulusan perguruan tinggi dari berbagai latar belakang pendidikan.
Program yang dibuka pada 12–14 Agustus 2026 itu menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi, penerapan standar kerja global, penempatan secara prosedural, serta pelindungan pekerja migran Indonesia secara menyeluruh.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah, Dewi Ariani, menyampaikan bahwa kesempatan bekerja di luar negeri perlu disertai kesiapan kompetensi, sertifikasi, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman mengenai prosedur penempatan yang aman dan legal.
“SMK Go Global menjadi kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja internasional. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan kompetensi yang baik, sertifikasi, kemampuan beradaptasi dan pemahaman terhadap prosedur penempatan yang benar. Jangan hanya berorientasi untuk bisa bekerja di luar negeri, tetapi juga harus memastikan bahwa prosesnya aman, legal dan mendapatkan pelindungan,” ujar Dewi, dikutip dari laman kp2mi.
SMK Go Global tidak hanya diperuntukkan bagi siswa maupun lulusan SMK, tetapi juga terbuka bagi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi yang memiliki minat dan potensi untuk bekerja di luar negeri. Perluasan sasaran peserta ini dilakukan untuk menyiapkan talenta muda Indonesia dari berbagai jenjang pendidikan.
Persaingan tenaga kerja internasional yang semakin terbuka menuntut calon tenaga kerja memiliki kompetensi yang terukur, sikap profesional, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman terhadap budaya dan lingkungan kerja di negara tujuan penempatan.
“Anak-anak SMK, mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi harus mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Tingkatkan kemampuan, ikuti pelatihan dan sertifikasi yang relevan, kuasai bahasa asing sesuai kebutuhan, serta pahami informasi mengenai penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Dengan persiapan tersebut, kita berharap semakin banyak talenta muda Jawa Tengah yang mampu bekerja secara profesional dan memiliki daya saing di tingkat global,” kata Dewi.
Selain penguatan kompetensi teknis, program ini juga menekankan pentingnya sertifikasi yang diakui, pemahaman terhadap standar keselamatan dan kesehatan kerja, kemampuan komunikasi, serta kesiapan mental untuk bekerja di lingkungan yang berbeda dengan kondisi di Indonesia.
BP3MI Jawa Tengah juga mendorong sinergi dengan satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan dalam menyiapkan calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional. Penguatan pendidikan vokasi turut disertai informasi mengenai peluang kerja dan kebutuhan kompetensi di negara tujuan.
Peserta yang berminat mengikuti SMK Go Global 2026 dapat mempersiapkan dokumen persyaratan, mengikuti pelatihan yang relevan, serta memperoleh informasi resmi mengenai mekanisme pendaftaran dan penempatan pekerja migran Indonesia secara prosedural dan aman.
Melalui penguatan kompetensi, sertifikasi, penguasaan bahasa asing, serta pemahaman mengenai proses penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia, SMK Go Global 2026 menjadi salah satu jalur pengembangan karier internasional bagi talenta muda Indonesia dari jenjang SMK hingga perguruan tinggi.(*)
