![]() |
| Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam kegiatan LKS Dikmen Tingkat Nasional 2026 di Tangerang, Jumat (31/7/2026). |
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan Lomba Kompetensi Siswa Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat Nasional (LKS Dikmen) 2026. Selain menggelar kompetisi keterampilan, ajang ini turut membuka akses pembinaan lanjutan dan berbagai bentuk apresiasi bagi peserta berprestasi.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti, menjelaskan bahwa seluruh peserta mengikuti kompetisi menggunakan standar yang sama, tanpa membedakan asal daerah maupun latar belakang.
"Selama beberapa hari ini mengerjakan yang sama dengan standar yang sama. Tidak ada soal-soal untuk anak-anak yang dari kota, yang dari desa. Semua mengerjakan hal yang sama," ujar Suharti, dikutip dari laman Kemendikdasmen.
Keseragaman standar tersebut menjadi salah satu prinsip dalam pelaksanaan LKS Dikmen 2026. Seluruh peserta mengerjakan materi lomba yang sama sehingga proses kompetisi berlangsung dengan ukuran penilaian yang setara.
Selain menjadi ajang kompetisi, LKS Dikmen 2026 juga mempertemukan peserta dari berbagai provinsi. Pertemuan itu membuka kesempatan membangun jejaring yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan karier maupun kolaborasi pada masa mendatang.
Masih dalam kesempatan yang sama, Suharti mengajak para peserta memanfaatkan momentum LKS untuk membangun hubungan dengan peserta dari berbagai daerah sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun dunia usaha.
"Jangan lupa untuk saling kontak dengan teman dari provinsi lain. Bisa jadi dalam beberapa tahun ke depan kalian bisa menjadi mitra kerja atau bahkan mitra usaha. Jaringan yang kalian bangun di sini akan bertahan jauh lebih lama daripada medali yang kalian bawa pulang," kata Suharti, dikutip dari laman Kemendikdasmen.
Kemendikdasmen juga menyiapkan pembinaan lanjutan bagi peserta terbaik sebagai persiapan menghadapi ajang kompetensi keterampilan tingkat regional dan internasional. Selain itu, berbagai mitra memberikan dukungan melalui penyelenggaraan lomba, beasiswa, serta apresiasi bagi para juara.Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronika Irene Herdjiono, memaparkan jumlah peserta LKS Dikmen 2026 yang meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
"Tahun 2026 ini sejumlah 9.000 lebih peserta dari seluruh Indonesia. Hal ini mengalami peningkatan 27 persen lebih karena tahun 2025 ada 7.000 peserta dan tahun 2026 sebesar 9.000 peserta. Untuk finalis yang datang di tingkat nasional adalah 1.121 dari 36 provinsi dan SILN," ujarnya.
Selain meningkat dari sisi partisipasi, LKS Dikmen 2026 juga menghadirkan ekshibisi Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI). Penyelenggaraan tahun ini diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi, termasuk dukungan penyelenggaraan lomba, pemberian beasiswa, serta apresiasi bagi para juara.
Pada penutupan LKS Dikmen Tingkat Nasional 2026, Provinsi Jawa Timur ditetapkan sebagai juara umum berdasarkan perolehan medali terbanyak. Di saat yang sama, penyelenggaraan LKS memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dunia industri, perguruan tinggi, dan berbagai mitra untuk mendukung pengembangan talenta vokasi menuju dunia kerja.(*)
