![]() |
| Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melaksanakan Program Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi di Tasikmalaya, 2026. |
PUSATKARIER.COM – Kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diperkuat melalui Program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 4.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri. Kegiatan dipusatkan di SMK Negeri 1 Tasikmalaya.
Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kompetensi guru vokasi. Kondisi tersebut berkaitan dengan kesiapan lulusan SMK menghadapi kebutuhan dunia kerja.
“Perkembangan teknologi jika tidak disikapi secara cermat oleh kita, khususnya guru-guru di SMK, maka nanti lulusan kita tidak siap untuk bekerja, karena teknologinya sudah melampaui, ini tantangannya,” ujar Atip, dikutip dari laman kemendikdasmen.
Peningkatan kompetensi guru dilakukan melalui penguatan keahlian atau upskilling. Kegiatan tersebut berkaitan dengan perubahan teknologi yang dapat membuat teknologi sebelumnya tergantikan dalam waktu relatif singkat.
Salah satu perkembangan yang disebut dalam program tersebut adalah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang bergerak cepat. Guru perlu mencermati perubahan teknologi agar lulusan SMK memiliki kesiapan bekerja.
Kecepatan perkembangan teknologi membuat peningkatan kemampuan guru menjadi bagian dari program pendidikan vokasi. Pembaruan kompetensi diperlukan karena kemunculan teknologi baru dapat berlangsung dalam waktu yang semakin singkat.
"Para guru harus terus di-upskilling karena kita menyadari bahwa kecepatan teknologi sekarang tidak lagi dalam hitungan tahun. Mungkin ke depan dalam hitungan satu bulan sudah muncul teknologi baru, ini tantangan yang luar biasa,” ujar Atip.
Program peningkatan kompetensi tersebut mencakup kompetensi profesional terkait teknis kejuruan sesuai bidang masing-masing, penguatan pedagogi, perubahan pola pikir, serta aspek kepemimpinan dan kewirausahaan.
Kegiatan juga membiasakan guru dengan iklim dan budaya di dunia kerja. Pelaksanaan program berlangsung di SMK Negeri 1 Tasikmalaya dan sejumlah pusat belajar lainnya.
“Harapannya, dari kegiatan ini nanti seluruh peserta memahami materi pelatihan, kemudian mengimplementasikan dan mampu mengimbaskan hasilnya kepada guru-guru dan murid,” ujarnya.
Selain di SMK Negeri 1 Tasikmalaya, kegiatan dilaksanakan secara serentak di beberapa pusat belajar lain, yaitu SMK 2 Yogyakarta, SMK 5 Surakarta, SMK 1 Karawang, serta SMK Lelea.
Program ini menjadi bagian dari peningkatan kompetensi pendidik vokasi untuk menghadapi perubahan teknologi sekaligus menjaga keterkaitan kemampuan guru dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.(*)
