![]() |
| Pemerintah resmi menetapkan peta target pemagangan berbasis sektor unggulan daerah untuk membuka peluang kerja lulusan baru nasional. (Foto: Ilustrasi pusatkarier.com) |
PUSATKARIER.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi menargetkan perluasan Program Pemagangan Nasional 2026 ke seluruh provinsi di Indonesia guna menghapus dominasi penempatan kerja yang selama ini hanya berpusat di Pulau Jawa.
Langkah strategis ini diambil pemerintah untuk membuka akses bagi lulusan baru di berbagai daerah agar mendapatkan kesempatan belajar langsung di industri besar tanpa harus melakukan migrasi besar-besaran ke Jakarta.
Yassierli menjelaskan bahwa transformasi skema pemagangan ini didasarkan pada tinjauan data digital pada platform MagangHub yang memperlihatkan adanya ketimpangan distribusi peserta serta posisi lowongan antar wilayah secara nasional.
“Dari data MagangHub, saat ini memang masih banyak penumpukan magang di Pulau Jawa. Kita ingin agar ini tersebar jadi ada di tiap provinsi,” ujar Yassierli, dikutip dari laman Humas Kemensetneg, Minggu (01/03/2026.
Guna mewujudkan pemerataan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) kini mulai menyusun pemetaan target yang menyesuaikan dengan potensi ekonomi serta kekuatan industri spesifik yang dimiliki oleh masing-masing pemerintah daerah di tanah air.
“Kita tetapkan peta target per provinsi yang realistis, berbasis sektor unggulan dan kapasitas industri daerah, bukan sekadar pemerataan angka,” tegas Menaker Yassierli saat menjelaskan rincian teknis kebijakan baru tersebut kepada awak media.
Kemenaker memperkuat ekosistem pendukung dengan menambah jumlah mitra penyelenggara, baik dari pihak perusahaan swasta maupun instansi pemerintah, guna memastikan ketersediaan kuota posisi magang yang berkualitas di luar Jawa.
Berikut adalah komponen utama yang disiapkan pemerintah dalam penguatan ekosistem pemagangan daerah:
Pemetaan target berbasis sektor unggulan tiap provinsi.
Penyediaan mentor profesional yang siap membimbing peserta.
Penyusunan rencana pembelajaran terstruktur sesuai standar industri.
Peningkatan visibilitas perusahaan daerah pada platform MagangHub.
Pemerintah juga melakukan pembaruan pada sistem antarmuka platform digital agar perusahaan-perusahaan di luar Pulau Jawa memiliki daya tarik visual yang tinggi serta lebih mudah ditemukan oleh para pencari kerja.
“Peserta magang memilih sendiri perusahaan tujuan. Jadi ini juga menjadi tantangan bagi perusahaan, bagaimana agar mereka dapat dipilih oleh para peserta magang? Ada kompetisi sesama peserta, dan juga sesama perusahaan,” tandasnya.
Setiap perusahaan yang tergabung dalam program ini wajib menunjukkan bukti nyata mengenai dukungan fasilitas serta kurikulum pelatihan yang jelas agar standar kompetensi peserta tetap terjaga meskipun lokasi magang tersebar.
Kebijakan ini sekaligus menjadi instrumen kompetisi sehat bagi industri di daerah untuk membuktikan kualitas pembinaan karier sehingga para talenta lokal tertarik membangun masa depan profesional di wilayah asal masing-masing.(*)
