Siap-siap, Pengiriman Massal Tenaga Kerja Terampil ke Luar Negeri Dimulai Juni 2026

Indonesia menargetkan pengiriman tenaga kerja ahli ke Jepang hingga Amerika Serikat demi menggeser dominasi pekerja sektor domestik informal. (Foto: Ilustrasi pusatkarier.com)

PUSATKARIER.COM – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menyiapkan pengiriman massal Pekerja Migran Indonesia (PMI) berketerampilan tinggi ke pasar internasional mulai Juni 2026 guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi nasional.

Langkah strategis ini fokus pada peningkatan kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) agar mampu mengisi posisi profesional pada negara-negara dengan standar upah yang sangat tinggi.

Pemerintah segera melakukan koordinasi intensif bersama para duta besar Republik Indonesia di mancanegara untuk memetakan peluang kerja spesifik serta menyusun skema keberangkatan tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus tersebut.

“Saya dan Pak Menteri P2MI akan segera rapat dengan duta-duta besar melalui online maupun langsung menyangkut prospek pasar dan persiapan pemberangkatan tenaga kerja skill, minimal lulusan SMK dan SMA untuk bisa bekerja sebanyak-banyaknya di sektor-sektor yang memberi keuntungan banyak kepada para pekerja kita,” ujar Muhaimin, dikutip dari laman Kemenko PM, Minggu (01/03/2026).

Mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut membatasi latar belakang pendidikan calon pekerja migran guna meminimalkan hambatan perlindungan hukum serta risiko kerja yang sering menimpa tenaga kerja sektor informal di luar negeri.

“Jadi, kita tidak ingin di bawah SMK atau SMA yang berangkat ke luar negeri. Karena kalau tingkat pendidikan di bawah itu banyak mengandung resiko, terutama menjadi pekerja domestic workers,” pungkasnya saat memberikan keterangan pers di Jakarta.

Transformasi kebijakan ini menggeser orientasi pengiriman tenaga kerja dari sekadar mengejar jumlah kuantitas menjadi penguatan kualitas serta akses pada jaminan sosial yang lebih baik bagi seluruh warga negara Indonesia.

Pemerintah mengidentifikasi beberapa wilayah strategis yang menjadi prioritas tujuan penempatan bagi para lulusan pendidikan vokasi dan menengah atas, antara lain:

  • Jepang dan Korea Selatan untuk sektor industri manufaktur.

  • Negara-negara di benua Eropa untuk tenaga kesehatan dan teknisi.

  • Amerika Serikat untuk sektor jasa profesional dan teknologi.

Mengenai jadwal pelaksanaan program ambisius ini, Menko PM menjadwalkan gelombang perdana pemberangkatan tenaga terampil secara bertahap pada pertengahan tahun ini setelah seluruh proses bisnis serta pelatihan teknis dinyatakan selesai.

“Insya Allah mulai Juni, Juli, September sudah mulai siap memberangkatkan skilled workers ke berbagai negara,” ungkapnya merinci lini masa kesiapan ekosistem penempatan tenaga kerja migran yang lebih profesional dan aman.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) berperan memfasilitasi penguatan ekosistem pelatihan terpadu agar sertifikasi kompetensi para calon pekerja memenuhi standar global yang diminta oleh perusahaan-perusahaan besar di negara tujuan.

Remitansi dari sektor pekerja migran yang mencapai angka ratusan triliun rupiah setiap tahun diproyeksikan meningkat signifikan seiring bertambahnya jumlah tenaga profesional Indonesia yang bekerja pada posisi strategis di kancah internasional.(*)