Pintar Saja Tidak Cukup! Perusahaan Sawit PT Cipta Futura Tegaskan Kejujuran Lebih Utama daripada Sekolah Asal

Sektor kelapa sawit nasional membuka peluang kerja luas bagi tenaga muda yang mengutamakan integritas dan keahlian teknis operasional. (Foto: Ilustrasi pusatkarier.com)

PUSATKARIER.COM – Perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit PT Cipta Futura (CIFU) menggelar agenda rekrutmen kampus di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang guna menjaring tenaga kerja berintegritas dari kalangan alumni dan siswa sekolah menengah.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menarik minat ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur karena menawarkan peluang karier pada sektor industri perkebunan yang berbasis di Muara Enim, Sumatera Selatan.

Kepala Bagian Sumber Daya Manusia PT CIFU, Dewi Maria Munthe, memberikan penekanan keras mengenai kriteria utama calon karyawan yang tidak hanya mengandalkan nilai akademik tinggi namun wajib memiliki karakter personal yang kuat.

“Kami mencari sosok ‘kesatria’ yang punya kejujuran dan integritas. Pintar saja tidak cukup kalau realisasi kerjanya nol, tidak percaya diri, atau sulit beradaptasi. Di dunia kerja yang ditanya bukan cuma kamu lulusan mana, tapi bisa apa?” ujar Dewi, dikutip dari laman ITN Malang, Senin (02/03/2026).

Dewi juga menceritakan sisi humanis perusahaan melalui pengalaman pribadinya yang mendapatkan kesempatan bergabung kembali setelah mengambil cuti selama dua belas tahun untuk fokus mengurus keluarga sebelum aktif bekerja pada tahun 2022.

“Budaya seperti ini jarang ditemukan di perusahaan lain,” jelasnya saat memaparkan profil perusahaan di hadapan para pencari kerja yang memadati aula kampus mengenai lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan hidup karyawan.

Proses seleksi tahap awal dilakukan secara ketat dengan mengutamakan penguasaan kemampuan dasar yang relevan bagi seluruh posisi di lapangan maupun kantor, meliputi beberapa rangkaian tes berikut ini:

  • Tes matematika dasar untuk mengukur ketepatan hitungan teknis.

  • Psikotes dan diskusi kualitatif melalui metode debat.

  • Pemeriksaan Kesehatan (MCU) serta wawancara langsung dengan manajemen.

Pihak perusahaan menjelaskan bahwa tes matematika dasar bersifat wajib karena setiap posisi mulai dari operator hingga pengawas lapangan membutuhkan akurasi perhitungan tinggi guna mencapai target produksi yang telah ditetapkan secara efektif.

Kepala Pusat Karier ITN Malang, Dr. Lila Ayu Ratna Winanda, ST., MT., menyatakan bahwa keterlibatan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan strategi untuk memenuhi permintaan industri sekaligus mengenalkan fasilitas pendidikan tinggi.

“Para siswa ini datang didampingi guru masing-masing. Mereka ikut seleksi sekaligus bisa melihat langsung kampus ITN. Dan ternyata ada beberapa sekolah yang sudah berdiskusi dengan tim PMB,” ujarnya mengenai antusiasme peserta dari luar daerah.

Rombongan siswa yang hadir berasal dari wilayah Jombang, Kediri, Tulungagung, hingga Ponorogo, yang didampingi oleh guru pendamping masing-masing untuk mengikuti proses penjaringan bakat secara langsung bersama para alumni perguruan tinggi tersebut.

Kerja sama antara kampus dan industri ini juga menampilkan cerita sukses lulusan Teknik Geodesi yang berhasil berkarier sebagai asisten teknologi informasi karena memiliki kedisiplinan serta kemampuan belajar yang sangat tinggi.(*)