![]() |
| Program SMK Go Global membuka akses bagi alumni pendidikan vokasi untuk menempati posisi manufaktur strategis di pasar internasional. (Foto: Ilustrasi pusatkarier.com) |
PUSATKARIER.COM – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) melepas 60 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk bekerja ke Malaysia melalui program SMK Go Global di Balai Pelindungan Pelayanan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Puluhan tenaga kerja muda tersebut akan mengisi posisi pada sektor manufaktur yang menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam membuka akses kerja formal berskala internasional bagi para lulusan vokasi tanah air.
Direktur Jenderal (Dirjen) Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Dwi Setiawan, menjelaskan bahwa inisiatif ini memberikan opsi bagi alumni SMK untuk meniti karier profesional dengan persiapan kompetensi teknis maupun kemampuan bahasa.
“Hari ini kita melakukan pelepasan orientasi peserta Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri. Ini bagian dari Program SMK Go Global, di mana lulusan SMK memiliki pilihan bekerja di dalam negeri atau ke luar negeri dengan seluruh persiapan kompetensi dan kualifikasi, baik keterampilan teknis maupun bahasa,” ujar Dwi, dikutip dari laman KemenP2MI, Minggu (01/03/2026).
Dwi menambahkan bahwa penempatan pada sektor formal menjadi prioritas utama pemerintah karena sektor ini memiliki standar keamanan kerja yang jelas serta memberikan kepastian jaminan sosial bagi setiap Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Karena yang diberangkatkan berasal dari sektor formal, tentu aspek pelindungannya lebih baik dan kesejahteraannya juga lebih terjamin,” kata Dwi saat memberikan keterangan resmi di hadapan para peserta orientasi keberangkatan di Jakarta tersebut.
Pemerintah juga merancang skema keberangkatan ini agar selaras dengan kebutuhan pasar global. Adapun negara-negara tujuan prioritas selain Malaysia yang kini menjadi sasaran penempatan tenaga kerja terampil Indonesia antara lain adalah:
Jepang
Korea Selatan
Jerman
Austria
Langkah penguatan ekosistem vokasi dilakukan dengan menyelaraskan kurikulum SMK terhadap standar industri mancanegara. Hal ini bertujuan agar para lulusan memiliki daya saing tinggi saat berhadapan dengan tenaga kerja dari negara lain.
Kepala BP3MI Jakarta, Arman Muiz, menitipkan pesan mendalam kepada para peserta agar tetap menjunjung tinggi integritas selama bertugas. Ia menjamin bahwa perwakilan pemerintah di luar negeri akan selalu memberikan bantuan hukum.
“Negara akan selalu hadir kapan pun dan di mana pun teman-teman berada. Maka tolong jaga marwah Negara Indonesia,” ucap Arman di depan 60 pekerja muda yang siap berangkat menuju Negeri Jiran tersebut.
Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Budhi Hidayat Laksana, mengingatkan peserta agar mempelajari seluruh poin dalam kontrak kerja. Jika muncul kendala, pekerja diminta segera menghubungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) setempat.
Program SMK Go Global merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian yang bertujuan menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Skema ini menjadi solusi konkret bagi lulusan SMK yang ingin meraih peluang karier internasional.(*)
