Hilangkan 12 Miliar Hari Kerja, Depresi dan Kecemasan Pekerja Picu Kerugian Ekonomi US$1 Triliun

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadakan sosialisasi pentingnya kesehatan mental pekerja di wilayah Tanjungpinang pada Rabu (04/02/2026) - (Foto:RRI.co.id)

Tanjungpinang, PUSATKARIER.COM– Gangguan kesehatan mental pada lingkungan kerja menyebabkan penurunan produktivitas global secara masif serta memicu kerugian ekonomi mencapai triliunan dolar Amerika Serikat akibat beban kerja yang tidak terkelola secara baik.

Kondisi psikologis pekerja menjadi perhatian utama dalam dunia ketenagakerjaan saat ini karena lingkungan kantor menyita hampir setengah dari total waktu harian individu dewasa yang berstatus sebagai tenaga kerja aktif profesional.

Dilansir dari RRI.co.id, Rabu (04/02/2026), depresi dan kecemasan secara global menyebabkan hilangnya 12 miliar hari kerja setiap tahun dengan total kerugian ekonomi akibat penurunan produktivitas mencapai angka US$1 triliun.

Faktor pemicu utama gangguan kesehatan mental di tempat kerja berasal dari beban operasional yang berlebihan serta adanya praktik diskriminasi. Tekanan tersebut secara langsung merusak ekosistem kerja yang sehat dan produktif.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memberikan catatan serius mengenai lingkungan kerja buruk yang membahayakan kondisi kejiwaan pekerja. Budaya organisasi negatif turut memperparah risiko tekanan psikologis bagi para karyawan.

Beberapa faktor risiko yang secara signifikan meningkatkan potensi gangguan kesehatan mental pada sektor ketenagakerjaan meliputi poin-poin sebagai berikut:

  • Durasi jam kerja yang terlalu panjang tanpa waktu istirahat memadai.

  • Rendahnya tingkat kontrol atau otoritas pekerja terhadap tugas harian.

  • Lingkungan sosial tempat kerja yang tidak mendukung pertumbuhan profesional individu.

Rata-rata durasi kerja produktif pada berbagai sektor industri mencapai tujuh hingga delapan jam per hari. Durasi tersebut mengharuskan adanya manajemen stres yang efektif agar stabilitas emosional setiap tenaga kerja tetap terjaga.

WHO memberikan rekomendasi teknis mengenai pentingnya pelatihan khusus bagi para pimpinan organisasi. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan respons manajerial terhadap setiap bentuk tekanan emosional yang dialami oleh staf atau bawahannya.

Langkah pencegahan dini menjadi kunci utama untuk menjaga keberlanjutan dunia kerja serta produktivitas perusahaan. Lingkungan kerja yang sehat secara psikologis terbukti mampu meminimalkan risiko pengunduran diri akibat kelelahan mental atau burnout.

Upaya menciptakan ekosistem kerja positif mencakup transparansi pembagian tugas serta penghapusan segala bentuk diskriminasi sosial. Stabilitas emosional pekerja berdampak langsung pada performa keuangan perusahaan secara jangka panjang di pasar kompetitif global.

Data dari Kementerian Kesehatan (Kemkes) Republik Indonesia melalui laman resminya turut mengonfirmasi bahwa kesehatan mental pekerja adalah fondasi ekonomi. Kesejahteraan psikologis menjadi variabel penentu bagi keberhasilan individu dalam meniti jenjang karier profesional.(*)